20080929

Indonesia lancar roket untuk program angkasa lepas




Uji Terbang RX-320 Milik LAPAN
May 22nd, 2008

Peluncuran roket RX-320 milik LAPAN. Kredit : LAPANLapan kembali melakukan uji terbang roket hasil penelitian dan pengembangannya. Setelah berhasil uji statik terhadap motor roket bertipe RX-320, Tim Peroketan Lapan melanjutkan dengan tahapan uji terbang pada Senin (19/05) di Stasiun Uji Terbang Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Roket dengan tipe RX-3228.02.01 sebagai roket terbesar buatan Lapan selama ini, berhasil meluncur mulus. Keberhasilan ini sebagai tanda program pembuatan Roket Pengorbit Satelit memasuki tahap awal.

Uji terbang yang untuk pertama kalinya terhadap RX-320 ini disaksikan langsung Deputi Bidang Teknologi Wahana Dirgantara (De Tekgan), Dr. Ing. Soewarto Hardhienata, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara (Ka Pustekwagan), Ir. Yus Kadarusman Markis, Dipl. Ing., Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara (Ka Pustekelegan), Drs. Toto Marnanto Kadri, serta beberapa pejabat dan staf terkait.

Menurut Ka Pustekwagan, roket yang mempunyai daya dorong 52 tondetik tersebut dirancang dengan tujuan untuk mendukung program pembuatan Roket Pengorbit Satelit (RPS) secara mandiri. Rencananya, RPS terdiri dari empat tingkat kombinasi dari dua jenis roket, yaitu RX-420 dan RX-320. “Nah, RX 320 ini nantinya menempati tingkatan terakhir,” jelasnya.

Roket diluncurkan dengan tujuan uji rancang bangun. Roket ini berspesifikasi panjang 4736 mm, diameter 320 mm, dan berat total 532 kg. Pukul 06.15 WIB, roket berhasil meluncur sesuai prediksi jarak jangkau yakni sekurangnya 42 km. Hal ini ditunjukkan oleh data Global Positioning System (GPS) yang dipasang pada roket. “Data terakhir yang bisa dipantau menunjukkan angka 42,1 km. Ini pun posisi roket masih terbang di atas laut,” imbuh Ka Pustekwagan.

Roket ini membawa muatan payload engineering test dengan tujuan untuk mendiagnosa perilaku aerodinamika, olah gerak, trayektori, dan kondisi lingkungan. Data tersebut berhasil diterima oleh Stasiun Bumi Telemetri, Tracking, and Command (TT&C) yang ada di lokasi fasilitas peluncuran tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan titik awal pengembangan untuk membangun satelit nano telah dimulai. Sesuai rencana Kepala Lapan, Dr. Ir. Adi Sadewo Salatun, kegiatan ini menjadi tahap pertama bagi pembangunan program pembuatan RPS pertama Indonesia.

Selain RX-320, dilakukan pula uji terbang terhadap RX-70. Uji terbang ini ditempuh untuk melakukan uji pada launcher. Roket ini juga berhasil meluncur dari launching pad yang ditempatkan di atas kendaraan Jeep. Roket dengan berat 9760 gram ini juga sukses meluncur sesuai prediksi yakni jarak jangkau 7,2 km.

Sumber : LAPAN http://langitselatan.com/2008/05/22/uji-terbang-rx-320-milik-lapan/


Roket Indonesia, Kenapa Tidak Kita Buat Sendiri?
Jul 10th, 2008

Pada tanggal 2 Juli 2008 yang baru lalu, untuk kesekian kalinya Indonesia berhasil meluncurkan roket yang merupakan hasil karya anak bangsa. Roket-roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tersebut merupakan hasil pengembangan riset dan teknologi yang panjang dalam upaya mengembangkan kemandirian teknologi dirgantara Indonesia. Peluncuran roket dilakukan di Stasiun Pengamat Dirgantara milik LAPAN di Pameungpeuk Garut, yang merupakan situs peluncuran roket milik Indonesia.

Kendati belum sebesar roket-roket pengangkut wahana antariksa seperti roket Apollo, roket-roket yang diuji tersebut memiliki berbagai kemampuan sesuai dengan kebutuhan, dan yang paling penting bisa memberikan harapan bahwa bangsa Indonesia masih bisa bersaing dengan negara lain dalam persaingan teknologi.

Acara peluncuran dimulai pada dini hari saat Matahari menyingsing, dan disaksikan oleh banyak sekali lapisan masyarakat. Acara tersebut semula akan dihadiri oleh Menristek Bapak Koesmayanto Kadiman, tetapi beliau berhalangan karena mendadak dipanggil Presiden SBY. Di antara tamu yang hadir juga ada pakar-pakar peroketan dari China, di samping beberapa tokoh masyarakat lain yang ikut hadir untuk menyaksikan peluncuran roket, seperti bapak Ninok Leksono, wartawan senior Kompas yang juga pemerhati teknologi dirgantara Indonesia. Adapun acara tersebut memiliki dua tujuan, pertama untuk menguasai pembuatan roket peluncur satelit, yang kedua untuk menyebarluaskan minat terhadap teknologi peroketan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa Indonesia.

Dalam dasawarsa mendatang, Indonesia diwakili LAPAN, diharapkan berhasil mengembangkan Roket Pengorbit Satelit bertingkat 4. Oleh karena itu, Roket RX 320 merupakan uji pengembangan untuk mencapai kemampuan tersebut. Dan ini merupakan menu utama peluncuran roket. Roket tersebut mempunyai daya dorong sebesar 52 ton/detik yang merupakan roket tingkat paling atas dari roket pengorbit satelit (RPS), sedangkan 3 roket dasarnya adalah Roket RX 420.

Ada 18 roket yang diluncurkan pada kegiatan tersebut, dengan berbagai kategori roket, mulai dari roket RK 70 (diameter luar roket 70 mm, 100% local content), Roket RX 320 (diameter 320 mm, roket balistik), Roket RKX 10T03 (diameter 114 mm, roket kendali), dan Roket RUM (Roket untuk lomba muatan-roket Tingkat Universitas) diluncurkan sebagai penutup acara.

Roket RUM (Roket Uji Muatan) adalah roket-roket kecil yang merupakan model untuk lomba muatan roket tingkat Perguruan Tinggi. Roket ini bisa dibangun sendiri oleh mereka yang berminat karena disusun dari bahan-bahan sederhana, yang bisa diperoleh dari bahan-bahan sehari-hari. Bagian dalam roket tersebut terdiri dari sebuah spanduk yang akan mengembang pada suatu titik setelah peluncuran dan sebuah alat pengukur telemetri. RUM ini akan dibagikan kepada mahasiswa peserta lomba peroketan yang dijadwalkan bulan Agustus 2008 di Pantai Pandansimo Yogyakarta.

Jadi, siapa mau membuat roket sendiri? Bagi peminat serius, silakan menghubungi LAPAN.

http://langitselatan.com/2008/07/10/roket-indonesia-kenapa-tidak-kita-buat-sendiri/

8 comments:

rzk said...

Salam,

Adakah malaysia membuat program menghasilkan roket sendiri seperti indonesia?

Sahwawi Rocketry Blog said...

Wss...
Malaysia sudah pernah lancarkan roket apa saja ?

bejo bin tedjo said...

klo indonesia punya roket cukup di arahkan dan ditembakan ke malaysia dan jadikan malaysia jadikan propinsi malaysia bagian dari negara kesatuan republik indonesia ;))

Anonymous said...

indonesia sudah banyak bikin pesawat,panser,dan senjata yang pada beli negara lain,malaysia masing bingung dari dulu sampai sekarang dan yang akan datang,gi mana cara bikin combro dan misro.....????

daunmerah said...
This comment has been removed by the author.
DAunmerah said...

Sorry coment sebelumnya terhapus. Intinya, kami yang ada di Indonesia tidak akan mengarahkan roket-roket ke Malaysia kecuali ada keadaan yang sama persis dengan yang terjadi ketika Ratu Kalinyamat dari Jepara mengirim Tentaranya ke Negara Anda. Atau kedaan yang sama persis seperti yang terjadi dalam Operasi Dwikora. Itupun atas permintaan pemerintah Anda, sama seperti ketika Rakyat Timor Leste meminta Unifikasi dengan NKRI dan kami membalas dengan Operasi Seroja.

Anonymous said...

Wah khabarnya tahun ini indonesia sudah boleh membuat kapal perang dan kapal selam sendiri, bagaimana dengan malaysia

Anonymous said...

kalau benar - benar terjadi perang Antara Maly sama Indonesia, yang bakal dapat sial justru sinagopre